Pemimpin dan Perubahan | Kubu Raya Satu -->

Pemimpin dan Perubahan

Kamis, 21 November 2019, 23.31
Pemimpin dan Perubahan
Foto: Ilustrasi
KUBU RAYA SATU - Pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan bertanggung jawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya, dengan menjadi seorang pemimpin berarti ia harus siap mengayomi masyarakatnya, artinya bukan hanya memimpin tetapi juga ikut serta mengambil bagian dalam mensejahterakan rakyatnya.

Terdapat dua jenis pemimpin cerdas yaitu pertama pemimpin cerdas yang tidak bisa membawa perubahan, dan kedua pemimpin yang bisa membawa perubahan.

Untuk menciptakan perubahan (perubahan dalam arti positif), kita sebagai masyarakat yang kurang dalam ilmu pengetahuan tidak memerlukan pemimpin yang sangat cerdas, tetapi kita memerlukan pemimpin yang berani dalam merubah keadaan yang ada di masyrakat.

Karena keberanian pemimpin menjadi salah satu faktor penting dalam kepemimpinan untuk merubah kondisi masyarakat yang mempunyai ilmu pengetahuan yang termasuk keberanian seorang pemimpin yaitu berani mengambil keputusan dan menghadapi resiko.

Pemimpin yang hanya mengandalkan kecerdasannya tidak membawa perubahan dalam mengambil resiko,tidak mau bertanggung jawab dan tidak bisa merubah masyarakat disaat masyarakat membutuhkan seorang pemimpin yang berani walaupun pemimpin tersebut tidak terlalu cerdas tetapi mereka mempunyai potensi berani untuk merubah masyakat untuk mengatasi keterpurukan dalam ilmu pengetahuan.

Masyarakat sudah mempunyai dua pemimpin, dan tiap pemimpin menghasilkan perubahannya sendiri-sendiri. Ustad Jafri membawa perubahan besar bagi masyarakat ini, lalu disusun oleh KH. Abdul Hamid Sasmito.

Ustad Jafri barang kali sudah dilupakan oleh masyarakat, tetapi tidak dengan sebutan inisiator saat dilupakan oleh masyrakat, Ustad Jafri dengan aspek pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial dan ilmu pegetahuan.

KH Abdul Hamid Sasmito dengan ilmu Salaf dan potensinya dalam merubah masyarakat agar memiliki ilmu pengetahuan diantaranya, ilmu Salaf, karena masyarakat pada zaman sekarang banyak sekali berpaling terhadap salaf sedangkan ini sangat penting.

Masyarakat pada zaman yang sudah melunjak dalam ilmu-ilmu ekonomi karena pada saat ini masyarakt kami sangat membelakangi ilmu salaf, masyarakat sekarang yang dikenal dengan zaman milenial maka kitab-kitab salaf sudah diganti dan tidak dipelajari karena masyarakat sudah mengganti dengan alat teknologi.

Penulis: Fitriyani (Mahasiswa IAIN Pontianak Fakultas FTIK Prodi PGMI)
Kuala Ambawang, Kamis 14 November 2019

TerPopuler