Cemari Lingkungan, Komisi 3 Ancam Tutup Sememtara Pabrik PT BPK | Kubu Raya Satu -->

Cemari Lingkungan, Komisi 3 Ancam Tutup Sememtara Pabrik PT BPK

Selasa, 30 Juni 2020, 02.55
Situasi Limbah 
KUBURAYASATU. ID-Masyarakat Desa Mega Timur Kecamatn Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya keluhkan limbah Pabrik Pengolahan Sawit PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK) yang dibuang disekitar Pabrik dan mengakibatkan Debu serta Air yang mencemari lingkungan disekitar Pabrik tersebut.

Hal Tersebut Menjadi Perhatian Salah satu Anggota DPRD Kabupatn Kubu Raya Komisi 3, Yoga Irawan yang juga Anggota Legislatif Dapil Sungai Amabwang dan Kec Kuala Mandor B dan kemudian menindaklanjuti dengan mendatangi Pabrik Pengolahan Sawit PT BPK itu.

“Berdasarkan keluhan Warga tersebut saya bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kubu Raya mendatangi dan Lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) guna menindak lanjuti keluhan Warga kepada Komisi 3 DPRD Kubu Raya,” terang Yoga.

Dari hasil sidak tersebut Yoga Irawan melihat ada beberapa kejanggalan dalam pengolahan limbah dari PT BPK yang memiliki kolam pengolahan tetapi terlihat dibuat asal-asalan dan tidak sesuai standar Amdal.

“Hal itu diakui sendiri oleh pihak Perusahaan dan Badan Lingkungan Hidup sehingga limbah yang dihasilkan dari Pengolahan Sawit diduga mencemari lingkungan masyarakat setempat,” ungkap Yoga.

Yoga mengatakan dari kasat mata saja terlihat bagaimana Debu pengolahan Pabrik Sawit tersebut menyebar dilingkungan masyarakat yang bisa saja menyebabkan efek negatif kepada masyarakat yang bermukim di sekitar Pabrik tersebut.

Yoga berharap PT BPK memperhatikan Syarat dan ketentuan Amdal yang ditetapkan Pemerintah melalui Badan Lingkungan Hidup dan juga memperhatikan dampak dari limbah hasil pengolahan Pabrik PT BPK.

“Jangan hanya mengelola hasilnya saja tanpa melihat dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan, demikian juga saya berharap Pihak Pemerintah dalam Hal ini BLH harus mengawasi serta menguji secara berkala Amdal di Perusahaan tersebut, Jika Menyalahi kami Komisi 3 merekomendasikan untuk menutup sementara Pabrik ini,” tegas Yoga.

Kendati Demikian Yoga menjelaskan Komisi 3 masih menunggu hasil Laboratorium Limbah dari Pabrik PT BPK karena dari Uji Laboraorium itu akan nampak sebesar apa Kandungan Limbah itu dan seberapa bahayanya buat masyarakat dan lingkungan.

“Kami Komisi 3 setelah melihat kondisi sekitar Pabrik PT BPK dan mendengar Keluhan Masyarakat akan segera membentuk Pansus terkait PT BPK ini,” pungkas Yoga. (Tim Liputan).

TerPopuler