Misli: Karang Taruna KMA Jangan "Tolol" dimuka Umum, tak Tau Tupoksinya | Kubu Raya Satu -->

Misli: Karang Taruna KMA Jangan "Tolol" dimuka Umum, tak Tau Tupoksinya

Minggu, 14 Juni 2020, 19.44
Pemuda Desa KMA, Misli
KUBURAYASATU. ID-Pemuda Desa Kuala Mandor A, Misli menilai pernyataan Ketua Karang Taruna Desa Kuala Mandor A (KMA) Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya ngawur dan tak paham tupoksi. Hal ini berkaitan dengan pernyataan karang taruna KMA yang dibarengi dengan undangan dialog terbuka yang sempat dimuat di media, Minggu (14/06/20).

Pemuda KMA,  Misli menegaskan bahwa Ranah Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) ini kebijakannya berada di pemerintah Desa sesuai dengan Regulasi yang sudah diatur oleh kementrian Desa dengan Permendes Nomor 6 Tahun 2020 tentan perubahan Permendes Nomor 11 Tahun 2019 Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, di dalamnya diatur tentang tata cara pembagian BLT Dana Desa.

”Yang kita pertanyakan itu kepada pihak Desa kok bisa DD 1,8 M BLT nya cuma 50 kepala Keluarga (KK)? Ini kan menimbulkan kejanggalan di masyarakan, ada apa ini? Harusnya Karang Taruna itu mengawal barang ini dan pertanyakan ke Desa kok cuma 50 KK? Apakah di Desa tak ada orang miskin, putus kerja, atau bahkan sakit manahun atau kronis yang itu wajib mendapatkan bantuan BLT sesuai Item-item kriteria orang miskin dari kementrian Sosial,” jelasnya.

Ia pun menduga, jangan-jangan Karang Taruna KMA tak Paham tupoksinya sebagai organisasi pemuda desa.

Misli juga mengatakan dirinya akan melakukan audiensi dengan pihak Pemerintah Desa KMA untuk memastikan bantuan BLT DD Desa KMA tersebut.

“Apakah memang cuma 50 KK atau bisa di tambah, kalau cuma 50 KK itukan hanya 10 persen dari Dana Desa dan sekalian mau memperjelas kepada pihak Desa berapa jumlah orang miskin di KMA sesuai Data DTKS dari kementrian Sosial,” tambah Misli.

Misli juga menyarankan agar Karang Taruna Desa Fokus saja pada pemberdayaan Masyarakat dan Pemuda di KMA, agar Pemuda semakin cerdas paling tidak kalau ada kebijakan menyimpang dari Desa bisa sama-sama untuk mengawal kedepannya.

“Jangan tunjukkan ketololan di muka umum,” katanya.(tim liputan )

TerPopuler