"New Normal", Solusi Tetap Produktif Ditengah Pandemi | Kubu Raya Satu -->

"New Normal", Solusi Tetap Produktif Ditengah Pandemi

Rabu, 03 Juni 2020, 16.02
Famlet diskusi Online
KUBURAYASATU. ID-Dampak wabah virus Corona (COVID-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia dan Kalbar khususnya.

Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha dan tatanan hidup masyarakat. Di Indonesia, pemerintah pusat dan daerah terus mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona ini, salah satunya dengan menerapkan New Normal yang mulai dilaksanakan pada Juni ini.

Kata "New Normal" pun beberapa pekan terakhir menjadi istilah yang sering kita dengar dan ini terus digaungkan pada sejumlah media lokal, nasional bahkan internasional.

New normal dikatakan sebagai cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Bahkan, beberapa daerah sudah mulai menyusun aturan terkait penerapan new normal sambil terus melakukan upaya pencegahan COVID-19. Masyarakat pun diharapkan mengikuti aturan tersebut dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

New normal sendiri di istilahkan sebagai sebuag langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait.

Lantas, sejauh mana kesiapan dan strategi pemerintah daerah untuk menjalankan New Normal agar tetap produktif ditengah COVID-19 yang masih mewabah, dan seperti apa pola yang akan diterapkan untuk memperbaiki tatanan kehidupan masyarakat dan perekonomian yang terdampak akibat virus ini, yang akan dikupas oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Disisi lain, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kalbar terjungkal di triwulan-I 2020 yang hanya mencapai 2,49 persen secara year-on-year (yoy) dan terkontraksi sebesar 2,34 persen dibandingkan triwulan IV-2019 quarter-to-quarter (qtq). Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 2,97 persen (yoy). Salah satu penyebabnya, pandemi COVID-19 yang akan di telaah oleh praktisi Ekonomi dari Untan Pontianak, Prof Edi Suratman, dalam melihat korelasi penerapan new normal dengan pertumbuhan ekonomi Kalbar, dan membandingkan dengan kesiapan pemerintah.

Kemudian, dari penerapan istilah New Normal ini, timbul sebuah pertanyaan, apakah, New Normal ini menjadi sebuah Jawaban atau Pemaksaan dari pandemi COVID-19 yang terjadi, dimana hal ini akan dibahas oleh Ketua IDI Kalbar, dr Rifka yang akan membahas konsep dasar new normal, terutama bidang kesehatan yang jadi dasar masalah pandemi. Apa saja yang menjadi kebutuhan utama fasilitas kesehatan yang harus disiapkan pemerintah jika ingin menerapkan new normal.

Tidak kalah penting, salah satu kunci sukses dalam penerapan New Normal ini adalah kesiapan masyarakat, dimana psikologi masyarakat untuk menjalankan istilah baru ini tentu menjadi salah satu faktor pendukung utama dalam penerapannya. Lantas apa saja yang harus dilakukan oleh masyarakat dan gejolak apa saja yang kemungkinan terjadi dalam penerapan New Normal, yang akan dibahas oleh Psikolog Kalbar, Fitri Sukmawati.

Saksikan pembahasan mereka di live via zoom yang akan dilaksanakan pada :

🗓 Rabu : 3 Juni 2020

🕥 Pk. 15:00 WIB

Join Zoom Meeting

https://us04web.zoom.us/j/3016824917?pwd=ajlEVS9jMW5DRnVuYXI1OG41Q3N5Zz09

Meeting ID: 301 682 4917

Password: 2qUAkq

Info lebih lanjut atau di nomor ini:

Rendra : 089627928998

Balasa : 081253716621

Ramses : 085345045447

Diskusi Online ini di laksanakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak, gratis dan terbuka untuk umum. (rilis)

TerPopuler