Selama Covid-19, Santri 'Mondok' Harus Diperhatian! | Kubu Raya Satu -->

Selama Covid-19, Santri 'Mondok' Harus Diperhatian!

Kamis, 04 Juni 2020, 09.49
Foto: Syaiful Mukadas
KUBURAYASATU. ID-Terkait pemerintah pusat akan melaksanakan New Normal, hal ini tentunya menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat, baik dari pemerintah itu sendiri, maupun masyarakat pada umumnya.

Kajian demi kajian, terus mengalir dari berbagai kalangan, terutama dari para anggota legislatif sebagai pengemban amanat rakyat di pemerintahan.

Hal ini tentu menjadi perhatian menohok pada lingkungan pesantren yang sebagian besar aktivitasnya melibatkan banyak orang (berjamaah).

Pada kesempatan ini, Anggota DPRD Kota Pontianak, dari Fraksi Amanat Keadilan Bangsa (AKB), Syaiful Mukadas, S.Pd.I., menyampaikan pandangannya terkait penerapan New Normal, khususnya di lingkungan pesantren.

Saat ditemui awak media, mengawali pernyataannya, Syaiful mendorong pemerintah untuk semakin memaksimalkan pelayanan publiknya.

"Karena sudah terjadi banyak pemangkasan-pemangkasan yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah. Jangan sampai pelayanan yang diberikan hanya biasa-biasa saja, artinya harus ada peningkatan," ujarnya, Rabu siang (3/6).

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga berharap adanya peningkatan di sektor pendidikan di Kota Pontianak ini.

"Selain itu, dikarenakan banya santri-santri yang diharuskan untuk kembali ke pondok pesantrennya, juga harus menjadi perhatian tersendiri. Mengingat pondok pesantren juga menjadi sentral berkumpulnya masyarakat," bebernya.

Jika masih ada terjadi pembatasan-pembatasan tertentu terkait Covid-19, maka pihaknya berharap adanya solusi dari pemerintah untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang memadai, agar keadaan bisa berjalan normal kembali.

"Kita tidak ingin di kemudian hari permasalahan Covid-19 yang kita alami saat ini mengurangi kualitas tingkat pendidikan kita. Setidaknya pemerintah bisa menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung sehingga sektor pendidikan bisa berjalan secara normal," tegasnya.

Pihaknya yang dulu pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Aliyah di Pondok Pesantren Raudhatul Firdaus di Sungai Ambawang ini menuturkan bahwa masih adanya beban yang dirasakan para santri ketika hendak kembali belajar ke Pondok Pesantrennya yang berada di luar Kalbar (Pulau Jawa dan sekitarnya).

"Ada beberapa beban yang dikeluhkan oleh para santri yang akan kembali belajar ke Pondok Pesantrennya, seperti saat akan melakukan penerbangan harus memenuhi persyaratan tertentu, yang bahkan menimbulkan biaya. Itu harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah!," serunya. (lut)

TerPopuler